Konferensi ASLI, Bicara Industri, Teknologi Dan Potensi Raksasa ‘SILVER ECONOMY’

WhatsApp Image 2025 11 19 At 16.52.51
Ketua Umum ASLI, Herman Kwik

Jakarta – Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) sukses menggelar Aging Industry Conference 2025 pada Kamis, 30 Oktober 2025, di Ballroom, RUKUN Senior Living, Sentul Selatan, Kab. Bogor. Acara ini menjadi panggung utama bagi para pemerhati, penyedia layanan, dan pemangku kepentingan di bidang hunian serta jasa bagi senior untuk berjejaring, berkolaborasi, dan bersama-sama merintis industri yang mendukung kualitas hidup lansia Indonesia.

Ketua Umum ASLI, Herman Kwik, saat berbincang dengan Radio Lansia (30/10) menyampaikan tujuan diselenggarakannya acara ini.

“Tahun ini kita mengadakan suatu conference, dimana kita mengumpulkan semua pelaku usaha maupun peminat usaha dan pemerhati lansia lainnya yang ingin belajar bersama, untuk bersama-sama membangun suatu industri untuk melayani kebutuhan lansia Indonesia kedepannya, untuk mendukung kualitas hidupnya agar lebih bermanfaat dan bermakna,” ujar Herman.

WhatsApp Image 2025 11 19 At 16.52.50

Dukungan Pemerintah Sangat Dinanti

Meskipun pemerintah telah menunjukkan perhatian pada sisi kebijakan dan regulasi, Herman menyoroti bahwa fokus pendanaan cenderung masih terbatas pada lansia yang terlantar. Padahal, kebutuhan layanan sesungguhnya mencakup seluruh kalangan lansia.

Mengingat industri ini masih tergolong rintisan atau baru lahir, Herman pun mengungkapkan harapan dukungan nyata dari pemerintah.

WhatsApp Image 2025 11 19 At 16.52.511
Sylwin Angdrew, General Manager Aging Asia

“Jadi harapan kami sebagai asosiasi industri adalah pemerintah bisa lebih terarah dalam memberi support-nya. Tidak hanya kebijakan, tapi juga bantuan dari sisi regulasi atau perizinan yang dimudahkan, dan juga investasi atau kemudahan di sisi itu,” ujarnya.

Mewujudkan ‘Silver Economy’ Melalui Aging Framework

Hadir sebagai pembicara dari Singapura, Sylwin Angdrew, General Manager Aging Asia, memberikan pandangannya dari perspektif regional. Sylwin melihat adanya sinyal positif dari pemerintah Indonesia, khususnya dari keterlibatan Bappenas dan tokoh-tokoh seperti Veronika Tan, yang menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar ingin mendukung populasi perak (silver population).

Baca Juga:  Wirausaha Jurus Jitu KEMNAKER Hadapi Era Aging Population
WhatsApp Image 2025 11 19 At 16.52.512

“Yang saya lihat yang pertama yang diperlukan untuk mendorong silver economy di negara tersebut mungkin yang paling utama itu adalah ada satu aging framework. Jadi dari segi standard, dari segi planning ke depannya, jadi kita tahu apa sih policy-nya ke depan,” ujar Sylwin.

Teknologi Tepat Guna dan Semangat Produktivitas Lansia

Terkait teknologi, Sylwin menekankan meski teknologi mampu melakukan banyak hal, pertanyaan kuncinya adalah apakah teknologi itu tepat dan apakah lansia benar-benar membutuhkannya. Teknologi yang dibutuhkan mungkin tidak selalu harus berteknologi tinggi, melainkan yang dasar namun suportif. Namun, pasca COVID-19, lansia menunjukkan adopsi teknologi yang lebih baik.

WhatsApp Image 2025 11 19 At 16.52.52

“But I think at the end of the day, apakah teknologi itu tepat dan apakah seniors itu perlu teknologi itu? Itu adalah pertanyaannya. Mungkin kadang-kadang seperti yang saya bilang tadi, nggak perlu teknologi yang too high tech, or too full of bells and whistles tapi maybe what is needed is something more basic but supportive of the seniors,” ujar Sylwin.

Selain itu, Sylwin juga membagikan pengalaman di negara lain dalam memerangi stigma negatif tentang lansia.

“Makanya kita setiap tahun ada program-program yang sangat menarik untuk membawa Lansia untuk ikutan acara kita, untuk beraktivitas. Dan itu menunjukkan kalau misalnya, berumur bukan berarti mereka nggak bisa produktif,” ujar Sylwin.

WhatsApp Image 2025 11 19 At 16.52.521

Sylwin Angdrew turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Radio Lansia di Indonesia, “I think it’s about time. Senang sekali dengar kalau sekarang kita di Indonesia punya Radio Lansia. And yeah, keep on going. We are very encouraged with that,” tutupnya.

Konferensi ini menjadi pijakan kuat untuk memastikan lansia di Indonesia dapat menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik, bermakna, dan didukung oleh ekosistem industri yang sehat.

Baca Juga:  Setahun Tanpa Rara, "Sepekat Anggur Sedekat Aku" Mengalun di PDS HB JASSIN
Bagikan Liputan Ini ke Teman dan Grup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *