Follow, Like, Share:
Official Store:

Jakarta – Gemuruh semangat memenuhi GOR Bang Yan, Kota Bekasi, pada 6 Maret 2026. Ribuan lansia berkumpul bukan sekadar untuk merayakan HUT ke-29 Kota Bekasi, melainkan untuk menorehkan tinta emas dalam sejarah spiritualitas kota melalui “Gemma Quran” (Gerakan Membaca dan Menulis Al-Qur’an).
Acara ini menjadi sangat monumental karena berhasil memecahkan rekor MURI dengan melibatkan 1.216 peserta sekolah lansia secara langsung, serta didukung oleh sekitar 8.100 siswa SD kelas 4, 5, dan 6 se-Kota Bekasi yang bergabung melalui koneksi virtual Zoom.
Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan bahwa momen ini adalah catatan sejarah yang akan diceritakan turun-temurun. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.

“Ini akan menjadi catatan kehidupan, menjadi sebuah cerita yang kemudian akan bisa memberikan motivasi kepada anak, cucu, dan generasi berikutnya bahwa hari ini bagian dari sejarah untuk mengenang 29 tahun Kota Bekasi,” ujar Tri.
“Apalagi dengan penulisan Al-Quran, tentunya rasanya memberikan motivasi ke generasi berikutnya bahwa belajar, membaca, menulis adalah tidak mengenal usia,” lanjut Tri.
Kegiatan ini terasa kian khidmat karena bertepatan dengan momentum Ramadhan. Kepala DPPKB Kota Bekasi, Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS., mengungkapkan rasa syukur atas sinkronisasi waktu yang luar biasa antara pencapaian rekor dan nilai religiusitas.

“Hari ini para lansia menuliskan mushaf Al-Quran, tepat di hari ke-16 Ramadhan, dan nanti malam hari ke-17 Ramadhan, tepat dengan Nuzulul Qur’an, dan mendapatkan anugerah Rekor Muri untuk Indonesia,” ujar Kusnanto.
Apresiasi juga datang dari tingkat provinsi. Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat berharap inovasi ini menular ke daerah lain.

“Harapan saya ini bisa ditiru oleh Kabupaten-Kabupaten yang lain di Jawa Barat, karena ini kan baru pertama. Lansia biasanya ngejar dimensi vokasi, sekarang masuk dimensi spiritual,” ujar Dadi.
Dukungan serupa datang dari Dr. Susiana Nugraha, Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat. “Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak/Ibu peserta sekolah lansia Kota Bekasi yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi alat jalan kebaikan untuk kita semua,” ucapnya penuh apresiasi.
Bagi para praktisi dan peserta di lapangan, Gemma Quran adalah bukti bahwa masa tua bukan berarti berhenti beraktivitas. Halima, Kepala Sekolah Lansia Mustika Bahagia, menekankan pentingnya wadah sosial bagi lansia.
“Harapan saya semoga lansianya selalu semangat, tidak sepi, dan selalu ikut kegiatan agar berdaya. Ada wadah untuk bersilaturrahmi agar lansia selalu sehat, panjang umur, dan bahagia,” ujar Halima.

Sementara itu, Lusi Endang Sudarmani, salah satu peserta, merasakan tantangan sekaligus motivasi baru dari kegiatan menulis ini.
“Insya Allah ini akan menjadi semangat untuk lebih mempelajari Al-Qur’an. Kita sebenarnya lebih fasih membaca daripada menulis. Nah, ini menjadi motivasi baru untuk belajar lebih lanjut menulis Al-Qur’an,” aku Lusi dengan antusias.

Keberhasilan gerakan Gemma Quran ini membuktikan bahwa masa tua di Kota Bekasi bukanlah masa untuk berdiam diri, melainkan masa untuk tetap produktif dan bercahaya dalam dimensi spiritual. Dengan raihan Rekor MURI ini, para lansia telah mewariskan pesan berharga bagi generasi muda bahwa kedekatan dengan Sang Pencipta dan semangat menuntut ilmu adalah api yang tidak boleh padam, bahkan hingga usia senja.