Misi Besar di Balik Kurikulum Sekolah Lansia Kota Bogor

Misi Besar di Balik Kurikulum Sekolah Lansia Kota Bogor

Jakarta – Gedung DPRD Kota Bogor menjadi saksi sejarah baru dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia di “Kota Hujan”. Pada Rabu, 21 Januari 2026, suasana gedung wakil rakyat tersebut tampak berbeda dengan kehadiran para orang tua yang penuh semangat mengikuti peluncuran tiga Sekolah Lansia sekaligus.

Ketiga sekolah yang resmi beroperasi tersebut adalah Sekolah Lansia Cahaya Ratu Sinuhun, Sekolah Lansia Siti Khadijah Aisyiyah, dan Sekolah Lansia PWRI P4KB.

Menantang Stereotipe Masa Tua

Meskipun persiapan sempat diwarnai dinamika, antusiasme peserta tidak surut. Wiwik Rahayu, selaku Ketua Panitia, mengakui bahwa mengelola acara yang melibatkan lansia memiliki keunikan tersendiri.

“Tantangannya cukup unik ya, karena setiap Lansia itu berbeda-beda. Kedepannya kita harapkan dengan sudah mengikuti sekolah ini mereka lebih fokus dan bertanggung jawab,” ujar Wiwik.

Mencari Kebahagiaan dan Mengusir Kesepian

Bagi para peserta, Sekolah Lansia bukan sekadar tempat belajar formal, melainkan ruang untuk mencari kebahagiaan di masa purnabakti.

“Motivasi saya bergabung dengan Sekolah Lansia adalah untuk mencari kegiatan keseharian yang positif, karena baru pensiun tahun 2025,”ujar Enjun Junaedi, Kepala Sekolah Lansia Cahaya Ratu Sinuhun, Bogor.

WhatsApp Image 2026 04 13 At 16.43.181

Senada dengan Enjun, Siti Mutmainah, Kepala Sekolah Lansia Siti Khadijah Aisyiyah, menangkap kegelisahan para lansia yang ingin tetap terhubung dengan dunia luar.

“Mereka tertarik untuk ikut sekolah Lansia untuk berkumpul, bersilatirrahmi, terus menghilangkan kepenatan yang mereka rasakan di rumah,”ujar Siti.

Dadang Mutahir, Kepala Sekolah Lansia PWRI P4KB melihat pentingnya sekolah lansia, terutama dari sisi kesehatan lansia.

“Di sini kita dapat bertemu dengan teman-teman baru, pelajaran-pelajaran baru, dan terutama mengenai kesehatan Lansia. Apalagi materi-materi yang diberikan itu kebanyakan dari dokter,”ujar Dadang.

Baca Juga: Semangat Muda Menjemput "Kehidupan Kedua"

Dari “Demanding” Menjadi “Independent”

Misi besar di balik sekolah ini bukan sekadar mengisi waktu luang. Direktur Representatif IRL Jakarta, dr. Soeharijanto Ary Soekadi, MPsiT. menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan menggunakan pendekatan antragogi (pendidikan orang dewasa).

WhatsApp Image 2026 04 13 At 16.43.182

“Tujuannya membentuk karakter lansia dari yang semula demanding (banyak menuntut/bergantung) menjadi independent (mandiri). Kita ajarkan mereka agar tidak depresi dan kesepian, sehingga mereka tetap dinamis, produktif, dan bermartabat,” jelas dr. Ary.

Literasi Digital dan Advokasi Kebijakan

Kehadiran Sekolah Lansia ini juga menjadi jembatan bagi kebijakan pemerintah yang lebih pro-lansia. Dr. Susiana Nugraha, Direktur IRL Jawa Barat, menyoroti pentingnya perlindungan lansia di era modern.

WhatsApp Image 2026 04 13 At 16.43.183

“Harapan ke depan adalah tingkatkan literasi digital lansia, supaya mereka melek informasi dan terlindungi dari risiko kejahatan digital. Kami juga terus melakukan advokasi agar kebijakan pemerintah semakin ramah lansia,” tutur Susiana.

Suara dari Peserta

Irma Dhani (60 thn), salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukurnya bisa bergabung. Ia berharap pembelajaran yang ia terima dapat menjadikannya pribadi yang lebih berdaya. “Saya ingin bersilaturahmi. Pembelajarannya sangat jelas, semoga kami semua menjadi lansia yang tangguh, mandiri, dan bermakna,”ujarnya.

WhatsApp Image 2026 04 13 At 16.43.184

Peluncuran tiga Sekolah Lansia di Kota Bogor ini membuktikan bahwa usia hanyalah angka, sementara semangat untuk belajar dan berdaya tidak mengenal batas waktu. Dengan dukungan edukasi yang tepat, literasi digital yang mumpuni, serta lingkungan sosial yang suportif, para lansia di Kota Bogor kini memiliki wadah nyata untuk bertransformasi menjadi generasi perak yang mandiri, sehat, dan tetap berkontribusi bagi masyarakat.

Bagikan Liputan Ini ke Teman dan Grup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *