Follow, Like, Share:
Official Store:

Bekasi – Sekolah Lansia Selantang Ceria kembali menggelar kegiatan edukatif bagi para peserta didiknya, Selasa (7/4/2026). Kali ini, tema yang diangkat adalah pengendalian hipertensi melalui olahraga dan pola makan sehat.
Kepala Sekolah Lansia Selantang Ceria, Sri Kustini, menjelaskan bahwa topik ini merupakan bagian dari kurikulum yang telah disusun, namun terus dikembangkan sesuai kebutuhan lansia.
“Hari ini kita mengangkat tema dimensi kesehatan, khususnya bagaimana mengendalikan hipertensi dengan olahraga dan makanan. Ini penting karena banyak lansia yang mengalaminya,” ujar Sri Kustini.
Ia juga menggandeng tim dari Radio Lansia sebagai narasumber, salah satunya Dr.Sri Rejeki Endang S, MSi Herbal, yang dinilai memiliki kompetensi dan pendekatan komunikatif dalam memberikan edukasi kesehatan.

Menurut Sri Kustini, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang lansia terhadap hipertensi. “Mengidap hipertensi itu tidak masalah, yang penting tahu cara mengendalikannya. Dengan olahraga yang tepat dan pola makan yang dijaga, insya Allah bisa terkendali,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Endang menekankan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu penyakit terbesar di Indonesia, terutama pada kelompok lansia. Ia mengingatkan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
“Hipertensi bisa menyebabkan stroke, kelumpuhan, sakit kepala hebat, bahkan pingsan atau jatuh di jalan. Ini yang harus diwaspadai,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga pola hidup sehat secara menyeluruh. Mulai dari pola makan, menghindari stres, hingga mengontrol berat badan dan penyakit penyerta lainnya.
“Hipertensi memang menjadi momok bagi masyarakat. Tapi sebenarnya bisa dikendalikan kalau kita disiplin menjaga pola hidup,” tegas Dr. Endang.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bekasi, Lidia Carolina, menyampaikan bahwa program Sekolah Lansia Selantang Ceria telah berjalan selama dua tahun dan mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat.
“Antusiasme lansia untuk belajar sangat tinggi. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan program sekolah lansia,” ujarnya.

Program ini, lanjut Lidia, juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bekasi dalam memberdayakan lansia agar tetap aktif, sehat, dan mandiri. Ia menyebut, meski terdapat sejumlah kendala selama pelaksanaan, namun tidak signifikan dan dapat diatasi dengan sinergi berbagai pihak.
“Kami bersyukur program ini berjalan sesuai harapan dengan dukungan dari kecamatan, kelurahan, hingga seluruh unsur pemerintah kota,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para lansia semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam mengendalikan hipertensi agar tetap dapat menjalani hidup yang berkualitas di usia senja.