Follow, Like, Share:
Official Store:

Jakarta – Upaya mewujudkan lansia yang tangguh, mandiri, dan produktif di Kota Bogor semakin intensif. Kamis (30/10/2025), sebuah acara sosialisasi mengenai Pentingnya Sekolah Lansia sukses digelar di Gedung DPRD Kota Bogor, dan dihadiri oleh lansia dari berbagai komunitas di sekitarnya.
Acara ini diinisiasi oleh Wiwik Rahayu, seorang warga Bogor yang merasa memiliki kewajiban untuk menyebarkan informasi penting ini. Turut hadir sebagai pembicara utama, dr. Soeharijanto Ary Soekardi, MPsiT., Direktur Representatif Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jakarta.
Dalam sesi wawancara dengan Radio Lansia (30/10), Inisiator Sosialisasi, Wiwik Rahayu, menjelaskan latar belakang terselenggaranya kegiatan ini.

“Hari ini kami lagi mensosialisasikan sekolah lansia di Kota Bogor. Karena saya orang Bogor, saya punya kewajiban memberikan informasi ini kepada lansia sekota Bogor, agar apa yang menjadi program pemerintah dan organisasi semua yang terkait, bisa terlaksana dan tersebar luas ke seluruh Indonesia,” ujar Wiwik.
Meskipun sudah ada IRL Bogor, Wiwik mengakui bahwa koordinasi dan sosialisasi program sekolah lansia ini masih perlu ditingkatkan. Sosialisasi ini pun muncul sebagai respons terhadap tingginya permintaan dari berbagai kelompok lansia.

Tindakan konkret pun telah direncanakan. Wiwik memastikan bahwa dalam waktu dekat, sekolah lansia akan segera terbentuk di lokasi strategis.
“Saya sudah meminta izin ke pengelola gedung DPRD ini, untuk membentuk sekolah lansia di sini. Saya sudah minta izin, Alhamdulillah sudah di ACC. Mungkin dalam waktu dekat sekitar bulan Januari sekolah lansia ini akan kita laksanakan,” tambah Wiwik.
Direktur Representatif Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jakarta, dr. Soeharijanto Ary Soekardi, MPsiT., yang akrab disapa dr. Ary, menjelaskan secara rinci tentang tujuan dan metode Sekolah Lansia yang diusung oleh IRL.

Menurut dr. Ary, Sekolah Lansia memiliki kurikulum dan modul pelajaran yang jelas, memungkinkan dilakukannya monitoring sejak awal hingga akhir sekolah. Ini penting untuk mengukur perkembangan lansia, apakah mereka masih demanding (bergantung) atau sudah independent (mandiri).
“Tujuannya kan adalah kita membuat lansia tangguh. Kita meng-empower lansia untuk bisa mandiri, dan untuk bisa mengeksplorasi apa kemampuan yang ada pada dirinya,” tegas dr. Ari.

Ary menambahkan bahwa selama ini banyak lansia cenderung menarik diri, padahal mereka memiliki potensi besar yang bisa digali. Dokter Ary juga menyampaikan antusiasme peserta yang tinggi. Sosialisasi ini membantu para lansia memiliki way out dan pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan fisik dan mental.
“Mereka lebih banyak memahami tentang penyakit sehingga mereka akan teratur dalam pengobatan, teratur dalam pencegahan. Dari sisi psikologi sosial, mereka harus paham bahwa kalau kita cuma berdiam di rumah saja, mereka lama-lama akan menjadi lansia yang tidak bisa ngapa-ngapain, jadi akhirnya menjadi lansia rapuh, bukan tangguh,” tutup Ary.
Antusiasme juga datang dari peserta sosialisasi, salah satunya adalah Hilda Nusa (66 tahun). Ia mengaku langsung datang ke lokasi setelah mendapatkan informasi.

“Alhamdulillah, saya dari tadi malam dapat informasi ini, kemudian saya langsung kontak yang di Jakarta. Alhamdulillah, saya sendirian datang ke sini, terus saya mendengar ini luar biasa. Tadi saya lihat programnya bagus,” ungkap Hilda.
Bagi Hilda, program ini memberikan harapan besar agar para lansia bisa tetap survive dan mandiri. “Jadi bagaimana lansia mandiri, kemudian produktif, bagaimana sebagai lansia kita tetap bisa survive sendiri,” tutupnya.
Dengan dukungan penuh dari inisiator, pembicara ahli, dan respon positif dari para lansia, Sekolah Lansia Kota Bogor yang akan dimulai awal tahun 2026 diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas hidup lansia di “Kota Hujan” ini.
Selamat pagi semua salam kenal dari saya semoga sukses