Follow, Like, Share:
Official Store:

Jakarta, 23 Juli 2025 – Hotel Green Forest, Bogor, menjadi saksi bisu kehangatan dan semangat kebersamaan yang membara. Ratusan pensiunan dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam acara Silaturahmi Persatuan Pensiunan Nasional (PPN) ke-4. Mengusung tema “Sehat Mandiri Aktif Responsif dan Terampil (SMART)”, acara ini menjadi momentum penting bagi para lansia untuk saling bertukar cerita, berbagi pengalaman, dan menguatkan tali persaudaraan.’
Acara Silaturahmi PPN ke-4 bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan sebuah wadah yang dirajut dengan semangat kekeluargaan. Ketua PPN sekaligus Ketua Panitia SIlaturahmi PPN ke-4, Lilik Prasodjo Bekti, menjelaskan, “Tujuan utama adalah sebenarnya kita itu mewadahi para pensiunan ini untuk saling bersilaturahmi. Dengan sering bersilaturahmi ini kemudian kita bisa mengerti kebutuhan-kebutuhan apa sih mereka ini, dan kita mengkondisikan seperti itu.”

Meski menghadapi tantangan logistik seiring dengan bertambahnya jumlah anggota yang tersebar di berbagai wilayah, semangat untuk bersatu tak pernah pudar. Lilik mengungkapkan, “Semakin banyaknya kawan-kawan yang mau bergabung sehingga kita untuk mengkoordinasi itu perlu strategi tersendiri.”
Salah satu inisiator PPN, Eka Nugraha, menceritakan bagaimana ide ini berawal dari kesadaran akan kebutuhan komunikasi para lansia. “Harapannya jelas kita ingin bapak dan ibu yang memasuki masa purnabakti itu, di masa lansia itu dia tetap aktif, sehat, dia bisa berkomunikasi, dia bisa katakanlah mandiri dan berkarya,” tuturnya.
Eka memulai dengan mengumpulkan para pensiunan dalam grup-grup WhatsApp, yang akhirnya terhubung satu sama lain. “Nah lama-kelamaan WA grup itu saya sambungkan satu persatu, sehingga berbagai komunitas itu nyambung dan tercetuslah waktu itu Silaturahmi Persatuan Pensiunan Nasional Pertama,” lanjutnya.

Senada dengan Eka, pelopor PPN, Yasri Pasha Hanafiah saat berbincang dengan Radio Lansia (23/7) mengenang ide silaturahmi ini. “Jadi waktu ide pertama itu, kami dari grup nasabah Bank Mantap punya grup namanya Mantap Berkarya. Dalam hati saya, kalau ini bisa tatap muka, bisa berkenalan fisik, istilahnya kopi darat, enak bangat ini saya pikir gitu,”ujarnya penuh semangat.
Tema SMART yang diusung tak hanya menjadi slogan, melainkan sebuah panduan bagi para pensiunan untuk menjalani masa tua yang produktif dan bermakna. Umi Hastuti Rahayu Ningsih, salah satu panitia acara, menekankan pentingnya terus bergerak. “Jangan mager, jangan males bergerak, karena gerak itu yang utama bagi usia lansia. Makin turun otot kita, makin kecil, dan makin susah, nanti banyak masalah yang datang,” ungkapnya.
Semangat ini diamini oleh para peserta, termasuk Wahyu Triani, pensiunan dari Direktorat Jenderal Pajak. “Seneng saja karena dari awal sudah sempat ketemu sama teman-teman dari seluruh Indonesia, jadi kayaknya kalau gak ketemu tuh kangen gitu loh,” ujarnya dengan penuh antusiasme.

Tak hanya itu, pensiunan juga harus tetap aktif dalam berbagai komunitas. Salah satunya seperti pengakuan Miniar Widodo, anggota komunitas Senowati yang merupakan perkumpulan istri para pensiunan Badan Intelijen Negara. “Senowati ini tadinya hanya kumpulan dari ibu-ibu pensiunan, nenek-nenek lah gitu ya, akhirnya kita ada grup Line Dance, kita di sini ada pengajian juga, ada grup arisan,” jelasnya.
Salah satu manfaat terbesar dari silaturahmi ini adalah terhindar dari rasa kesepian. Elen Rintukahu, Koordinator Wilayah Sulawesi Utara, dengan bijak mengingatkan, “Penyakit yang terutama mematikan adalah kesepian. Kalau kita reunian, kita bertemu, kita hilang dari kesepian, kita menjadi punya semangat hidup.”

John Nadeak, Direktur Pengembangan Bisnis Radio Lansia yang turut hadir dalam acara ini, berharap semoga kehadiran Radio Lansia sebagai radio streaming dapat memberikan kekompakan dan kebahagiaan bagi para lansia, termasuk anggota Persatuan Pensiunan Nasional.
Harapan senada juga disampikan Rahmani Hazegh dari MNC Bank Jakarta, salah satu mitra acara. “Tentunya kita ingin sekali para pensiun itu, saya selalu bilang, bukan masa pensiun, tapi adalah second life, kehidupan kedua, yang harus benar-benar dibangun untuk aktivitas baru yang sangat bermanfaat,” katanya.

MNC Bank hadir sebagai mitra untuk membantu para pensiunan beradaptasi dengan era digitalisasi, khususnya dalam hal otentikasi pensiun secara digital. Mereka menawarkan produk khusus bernama tabungan pensiun “Motion Pensiun” untuk mendukung aktivitas finansial para pensiunan ASN.
“MNC Bank hadir sebagai mitra pensiun di Taspen sebagai bank digital pensiun. Jadi kami memang mengajak para senior ini untuk sudah mulai berdigitalisasi. Karena sejalan dengan itu pula, Taspen juga menginginkan bahwa para peserta pensiunnya untuk melakukan otentikasi. Setiap bulan itu sudah menggunakan sistem digital,”ujar Rahmani menambahkan.
Acara Silaturahmi Persatuan Pensiunan Nasional ke-4 berhasil menghadirkan suasana kebersamaan yang tulus dan menginspirasi. Di masa purnabakti, para lansia ini membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Dengan semangat SMART, mereka siap menjemput “kehidupan kedua” yang penuh warna, kebahagiaan, dan kebermanfaatan.
Semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap aktif dan produktif di masa tua.