Follow, Like, Share:
Official Store:

Jakarta – Aula Rumah Sakit Santa Elisabeth, Bekasi dipenuhi semangat dan keceriaan. Pada hari itu, Rabu, 13 Agustus 2025, sebanyak 300 peserta lansia mengawali Pembelajaran Perdana Sekolah Lansia Selantang Ceria, S-1 dan S-2, Angkatan 2025-2026 yang berlokasi di Rawalumbu, Kota Bekasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan Dinas PPKB Kota Bekasi, Direktur Utama RS Santa Elisabeth, Psikolog Dr. Tika Bisono, M.Psi., hingga pimpinan Radio Lansia. Semuanya bersatu padu mendukung inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia di Kota Bekasi.
Saat berbincang dengan Radio Lansia (13/8), Psikolog Dr. Tika Bisono, M.Psi., menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa hidup harus selalu disyukuri dan dinikmati, terlepas dari usia dan kondisi fisik.

“Kehidupan itu selama masih hidup, itu untuk disyukuri hidup itu, dan untuk kita masih menikmati, setua apapun kita. Kalau ada penyakit pun, life is to be enjoyed, harus dinikmati, karena ujung-ujung dari menikmati hidup sama dengan bersyukur,” ujar Tika.
“Kehidupan itu, selama masih hidup harus disyukuri dan dinikmati, setua apapun kita. Kalau ada penyakit pun, life is to be enjoyed, harus dinikmati, karena ujung-ujung dari menikmati hidup sama dengan bersyukur,” ujar Tika.
Beliau juga menambahkan bahwa kebiasaan menikmati hidup ini harus ditanam sejak muda agar terus terbawa hingga usia senja.
Menurut Fatmawati Saidi, seorang purnawirawan TNI Angkatan Laut yang kini menjadi pengurus Sekolah Lansia Selantang Ceria, antusiasme masyarakat untuk bergabung semakin meningkat.
“Saya lihat sekarang tambah banyak yang terpilih untuk masuk sekolah lansia ini,” kata Fatmawati. Ia mengakui bahwa awalnya banyak RW yang belum mengetahui program ini, namun kini minat untuk mendaftar terus melonjak. Sebagai pengurus, ia dan 11 rekannya menikmati setiap momen dalam membantu para peserta. “Namanya ngurus sekolah lansia, ya lucu-lucu aja. Tapi kita senang membantu yang perlu dibantu,” ujarnya.

Dukungan serupa juga datang dari para peserta. Bambang, salah satu peserta, merasa bersyukur bisa bergabung. “Cukup baik. Masalahnya kan kita untuk yang sudah lansia ini, cukup ada suatu hiburan yang sifatnya membangun kebersamaan, yang sifatnya usia yang sudah lansia, ada semangat hidup gitu ya, semangat lagi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Prajitno, peserta lainnya. “Buat saya bagus, bagus ya. Ini mudah-mudahan dilanjutkan dan tingkatkanlah. Harapan kita hanya untuk meningkatkan ini ya, apa namanya, pengetahuan aja,” ujar Prajitno.
Direktur Utama RS Santa Elisabeth, Bekasi, dr. Elisabeth Enejawan, MKM., mengungkapkan bahwa program sekolah lansia ini sejalan dengan konsep yang sudah diterapkan di luar negeri. Ia mencontohkan pengalamannya di Australia, dimana para lansia tetap aktif mengikuti berbagai mata kuliah.

“Ini bagus banget, bagus dimulai sehingga orang-orang tua ini tetap aktif. Mereka merasa oh masih terpakai nih,” jelas dr. Elisabeth. Ia menambahkan bahwa aktivitas ini sangat penting untuk menjaga fungsi otak agar tidak cepat menurun atau pikun.
Dukungan dari Rumah Sakit Santa Elisabeth tidak main-main. “Saya mengikuti ini dari tahun kemarin, dan tahun kemarin kami menyiapkan tempat di sini, silakan kalau lansia mau menggunakan itu. Kami dengan senang hati memberikan izin,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Dinas PPKB Kota Bekasi. Elin, perwakilan dari dinas tersebut, menyampaikan harapannya agar Sekolah Lansia Selantang Ceria terus berkembang.

“Saya mengapresiasi besar untuk Sekolah Selantang Ceria, Kec. Rawalumbu supaya sekolah ini dapat lebih maju, lebih aktif lagi dan selalu semangat,” ucap Elin.
Acara Pembelajaran Perdana ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan beraktivitas takkan pudar seiring usia. Sekolah Lansia Selantang Ceria menjadi wadah bagi para opa dan oma untuk terus berkarya, bersosialisasi, dan menjalani masa senja dengan penuh semangat dan kebahagiaan.