Jakarta – Semangat kebersamaan dan rasa cinta Tanah Air mewarnai peringatan Dirgahayu Purnabakti Jakarta ke-7 (19/8) sekaligus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut diselenggarakan di OYO Townhouse, Gunung Sahari Raya Jakarta Pusat, dan dihadiri puluhan anggota Purnabakti Jakarta.
Menurut Wahyu Triyani, salah satu pengurus Purnabakti Jakarta, peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan terbentuknya kelompok Purnabakti Jakarta, sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Peringatan ini supaya kita tidak lupa sejarah dan tetap mengenang perjuangan bapak-bapak kita di medan perang,” demikian pesan yang disampaikan Bu Wahyu.
Semangat tersebut terasa semakin bermakna bagi para anggota purnabakti yang telah melewati berbagai fase kehidupan dan pengabdian. Bagi mereka, mengenang sejarah bukan hanya melihat masa lalu, tetapi juga menjaga nilai-nilai perjuangan agar tetap hidup dalam kehidupan sekarang.
Suasana kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya sekitar 55 anggota Purnabakti Jakarta. Di antara tokoh dan pengurus yang hadir terdapat Pak Eka Nugraha, Pak Rustiadji beserta ibu, Pak Lilik, Bu Wahyu Triyani, serta anggota Purnabakti Jakarta lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali bercengkerama, berbagi cerita, dan mempererat hubungan yang mungkin tidak selalu bisa dilakukan dalam keseharian.
Bagi komunitas purnabakti, pertemuan semacam ini memiliki arti yang sangat penting. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan dan pengabdian, hubungan yang terjalin tidak berhenti ketika memasuki masa pensiun. Justru, silaturahmi menjadi salah satu kekuatan untuk tetap aktif dan produktif.
Ada harapan sederhana namun sangat berarti yang ingin terus dijaga oleh para anggota Purnabakti Jakarta: agar organisasi semakin berkembang dan para anggotanya tetap sehat, aktif, serta sejahtera.
Lebih dari itu, mereka ingin silaturahmi yang telah terjalin tidak sekadar menjadi hubungan antaranggota organisasi, tetapi berkembang menjadi persaudaraan sejati.
Harapan tersebut menjadi pesan penting dari pertemuan kali ini. Bahwa memasuki usia purnabakti bukan berarti berhenti berkarya atau berhenti bersosialisasi. Justru, masa purnabakti dapat menjadi fase baru untuk menikmati kehidupan, memperluas pertemanan, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Peringatan Dirgahayu Purnabakti Jakarta ke-7 dan HUT RI ke-81 akhirnya bukan hanya tentang angka dan seremoni. Ada pesan yang jauh lebih dalam: persaudaraan, kesehatan, keaktifan dan semangat kebangsaan harus terus dirawat.
Karena bagi para purnabakti, usia boleh bertambah, aktivitas boleh berubah, tetapi semangat untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan tidak boleh berhenti.
Semoga Purnabakti Jakarta semakin berkembang, seluruh anggotanya senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan, serta persaudaraan yang telah dibangun semakin erat dari waktu ke waktu.
BEKASI — Kamis pagi itu, Gedung Karya Pastoran GKP Lantai 2 di Bekasi Barat tak…
Jakarta - Suasana penuh kehangatan, haru, dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Walikota Jakarta Utara pada Selasa,…
Jakarta - Ruang publik Pakuwon Mall, Bekasi, mendadak penuh sesak dan riuh oleh gelak tawa…
JAKARTA — Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan pengamatan lapangan…
SOLO – Tawa lepas, pelukan hangat, hingga cerita masa lalu mewarnai Silaturahmi Nasional Persatuan Pensiunan Nasional…
Jakarta – Sekolah Lansia Damai Sejahtera Bekasi Selatan, Bekasi sukses menyelenggarakan sesi pembelajaran penting mengenai…