Komunitas

377 Pensiunan dari Penjuru Nusantara, Warnai Cerita Masa Lalu Di Solo

SOLO – Tawa lepas, pelukan hangat, hingga cerita masa lalu mewarnai Silaturahmi Nasional Persatuan Pensiunan Nasional (PPN) ke-5 yang digelar di Kota Solo, pada 14 – 15 Juli 2026. Sebanyak 377 pensiunan dari berbagai provinsi di Indonesia hadir untuk mempererat persaudaraan sekaligus membuktikan bahwa masa pensiun tetap bisa dijalani dengan semangat, sehat, dan produktif.

Dalam wawancara khusus bersama Radio Lansia, Ketua Persatuan Pensiunan Nasional, Lilik Prasodjo Bekti, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar temu kangen.

“Silaturahmi PPN ke-5 bertujuan menjaga ikatan persaudaraan, merawat kepedulian sosial, dan mendukung kesehatan mental para purnabakti. Kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan setelah selesai masa tugas,” ujar Lilik.

Persiapan Matang Selama Empat Bulan

Menggelar pertemuan nasional tentu membutuhkan kerja sama banyak pihak. Lilik mengungkapkan panitia telah mempersiapkan kegiatan ini selama kurang lebih empat bulan.

Menurutnya, persiapan tersebut diperlukan agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib, nyaman, dan mampu memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah.

Hadirkan 377 Peserta dari Berbagai Provinsi

Silaturahmi Nasional PPN ke-5 diikuti 377 peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, Lampung, Sulawesi Utara, Makassar, Sinjai (Sulawesi Selatan), hingga Kolaka (Sulawesi Tenggara).

Acara juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Surakarta dengan hadirnya Staf Ahli Wali Kota Surakarta sebagai tamu kehormatan yang memberikan sambutan kepada seluruh peserta.

Solo Dipilih Karena Strategis dan Mendorong Pariwisata

Lilik menjelaskan, Solo dipilih sebagai tuan rumah karena tahun ini merupakan giliran Jawa Tengah menjadi penyelenggara. Selain itu, Solo memiliki akses transportasi yang sangat lengkap.

“Solo sangat strategis. Bisa dijangkau melalui pesawat, kereta api, jalan tol, bus antarkota maupun kendaraan pribadi. Kami juga ingin kegiatan ini ikut mendongkrak pariwisata dan ekonomi lokal, sekaligus mengubah acara silaturahmi menjadi penggerak wisata kreatif,” jelasnya.

Nostalgia yang Membuat Peserta “Lupa Umur”

Suasana paling berkesan selama kegiatan berlangsung adalah momen ketika para peserta kembali bertemu sahabat lama setelah bertahun-tahun berpisah.

“Banyak peserta kembali mengenang masa-masa awal bertemu. Cerita lama kembali tersambung, canda tawa membuat kami lupa umur. Ada yang kembali menemukan teman lama, bertukar nomor telepon, bahkan merencanakan kerja sama usaha untuk menambah penghasilan,” kata Lilik.

Tak hanya itu, setiap daerah juga menampilkan seni dan budaya khas masing-masing. Penampilan tersebut menjadi hiburan sekaligus memperkaya kebersamaan di antara para peserta.

Pensiunan Tetap Harus Mandiri

Di akhir wawancara, Lilik menyampaikan harapannya agar semangat yang terbangun dalam Silaturahmi Nasional PPN terus berlanjut.

Ia berharap seluruh pensiunan tetap berkarya sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing sehingga tetap mandiri serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Walaupun sudah pensiun atau purna tugas, kita harus tetap berkarya sesuai bidang dan keahlian yang dimiliki. Dengan begitu kita tetap menjadi insan yang mandiri dan tidak bergantung kepada siapa pun,” tegasnya.

Lilik juga mengajak seluruh anggota untuk kembali bertemu dalam Silaturahmi Nasional PPN ke-6 yang direncanakan berlangsung di Manado pada tahun 2027.

Semangat itu dirangkum dalam slogan yang terus digaungkan Persatuan Pensiunan Nasional:

“Pensiunan SAS (Sehat, Aktif, Sejahtera): Mengikat Silaturahmi, Merajut Persaudaraan.”

Bagi keluarga besar Persatuan Pensiunan Nasional, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Sebaliknya, masa ini menjadi kesempatan untuk terus berkarya, memperluas persahabatan, menjaga kesehatan, dan tetap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

@dm1n

Recent Posts

Sekolah Lansia Pecahkan Kebuntuan Urus Orang Tua, Pemprov Jabar Turun Menganalisa

JAKARTA — Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan pengamatan lapangan…

13 hours ago

Semangat Belajar Hidup Sehat Dan Sukacita di Sekolah Lansia Damai Sejahtera – Bekasi Selatan

Jakarta – Sekolah Lansia Damai Sejahtera Bekasi Selatan, Bekasi sukses menyelenggarakan sesi pembelajaran penting mengenai…

1 week ago

Sinar Yang Memancar Dari Siswa Sekolah Lansia Bersinar

JAKARTA – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Aula Kampus Universitas Bani Saleh, Bekasi. Puluhan…

1 week ago

Janji Urus Lansia Sepenuh Tenaga di HLUN 2026

JAKARTA – Atmosfer hangat dan penuh semangat menyelimuti Gedung RS PON Prof. Dr. dr. Mahar…

1 week ago

Dokter Handrawan Nadesul dan Jim Mintarja Bongkar Rahasia Sehat Sepanjang Hayat.

oppo_0 JAKARTA, Radio Lansia — Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Komunitas…

1 week ago

MAU JAGO CHUZHEN? YUK GABUNG DI SINI!

JAKARTA - Bertempat di Institut Nalanda, Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada Rabu, 1 Juli 2026,…

1 week ago