Follow, Like, Share:
Official Store:

Jakarta – Sekolah Lansia Damai Sejahtera Bekasi Selatan, Bekasi sukses menyelenggarakan sesi pembelajaran penting mengenai “Latihan & Aktivitas Fisik Pada Lansia” yang disampaikan oleh Ns. Armi, M.Kep.
Bertempat di Bekasi Hyper Mall, Kota Bekasi pada Kamis, 21 Mei 2026, acara ini diikuti oleh peserta program Standar 1 (S1) Sekolah Lansi a Damai Sejahtera, mengupas tuntas bagaimana pentingnya menjaga aktifitas fisik untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia.
Mengelola sekolah khusus lansia tentu memiliki dinamika tersendiri. Sebagai program berjenjang, tantangan terbesar justru muncul saat meluluskan satu angkatan. Hal ini diakui langsung oleh Maria Magdalena Boru Munthe, Kepala Sekolah Lansia Damai Sejahtera.
“Tantangannya, bagaimana ya, kita kan awalnya ini masih S1, istilahnya Standar 1. Jadi nanti kalau sudah Standar 1 ini selesai, naik ke Standar 2, kita harus mencari jiwa lagi untuk Standar 1-nya,” ungkap Maria saat diwawancarai oleh Radio Lansia.
Meski demikian, Maria menegaskan bahwa program ini sangat krusial karena merupakan program resmi pemerintah kota untuk mengedukasi masyarakat.
“Sekolah lansia ini kan untuk pengetahuan tentang kesehatan. Makanya, kalaupun mereka tidak ikut (secara administratif), belum berusia 60 tahun, tapi mereka diperbolehkan ikut, supaya mereka mengerti tentang kesehatan-kesehatan itu,” tambahnya.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari tangan dingin Dra. Eva Lailan Musyarrofah, M.Si., Kepala UPTD Pengendalian Penduduk Kecamatan Bekasi Selatan. Selaku pembina, ia menjelaskan bahwa ekosistem sekolah lansia di wilayahnya tumbuh sangat subur.
Eva menyebutkan bahwa antusiasme warga lansia di Bekasi Selatan luar biasa tinggi, bahkan salah satu komunitas harus membuka kelas hingga dua gelombang. Dukungan ini pun mengalir langsung dari orang nomor satu di Bekasi.
“Dukungan terutama datang dari Pak Wali Kota Bekasi. Tentu saja Pak Wali sangat antusias dan beliau sangat mendukung sekali kegiatan ini,” ujar Eva dengan penuh semangat.
Belajar Tak Kenal Usia Demi Hi dup Penuh Suka Cita
Bagi para peserta, sekolah ini bukan sekadar tempat mengisi waktu luang, melainkan kebutuhan spiritual dan fisik. Bitler Simanjuntak, salah satu peserta S1, membagikan pandangannya yang inspiratif mengenai esensi belajar di masa tua.
“Jadi kalau sekolah atau belajar itu sebenarnya tidak dilihat dari umur. Tapi karena ini khususnya lansia, sebenarnya banyak lansia kita juga belum mengerti apa itu menjaga kesehatan dan juga belum mengerti bagaimana supaya hidup suka cita gitu,” kata Bitler.
Ia mengaku sangat bersyukur dengan adanya fasilitas pendidikan non-formal ini karena dampak positifnya langsung terasa pada kebugaran tubuh.
“Saya sangat perlu, karena memang dari kesehatan, dari fisik kita ya, harus kita jaga. Harapannya ke depan kita dengan adanya sekolah lansia ini, kita akan makin bertambah pengetahuan, dan kedua energi kita semakin jadi baik dan masa umur kita juga semakin bertambah,” harapnya menutup perbincangan.
Melalui edukasi aktivitas fisik yang tepat serta dukungan penuh dari pemerintah, sekolah lansia bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah bagi para senior untuk memperpanjang usia dengan kualitas hidup yang prima, penuh energi, dan senantiasa diliputi rasa suka cita.