Radio Lansia Ajak Lansia Menembus Digital Era

WhatsApp Image 2026 09 01 At 1.01.37 PM 1

BEKASI – Anggapan bahwa teknologi digital hanya milik generasi muda perlahan runtuh di Gedung Karya Pastoran (GKP), Kecamatan Bekasi Barat. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, suasana ruang pelatihan riuh oleh antusiasme puluhan warga senior. Berkolaborasi dengan Radio Lansia, Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus (Bina PTKK) Kementerian Ketenagakerjaan menggelar program Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan bagi peserta Sekolah Lansia KUN Bekasi Barat.

Fokus pelatihan kali ini terbilang progresif: pemanfaatan fitur TikTok Affiliate sebagai sarana pemasaran digital dan modal promosi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola warga senior.

Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus Kemnaker, Anggung Sintana, menegaskan pentingnya intervensi program pelatihan berbasis digital bagi lansia di tengah perubahan demografi nasional. Menurutnya, lansia memiliki potensi besar untuk tetap berdaya dan mandiri secara ekonomi jika diberikan ruang peningkatan kompetensi yang tepat.

“Hari ini adalah acara Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan dalam rangka TikTok affiliate. Lansia yang kita lihat di sini sangat potensial karena tujuannya adalah meningkatkan penghasilan, memberikan kompetensi, dan memperluas jaringan sosial untuk lansia yang potensial,” ujar Anggung Sintana.

Anggung tak menampik adanya tantangan besar dalam merespons fenomena ageing population yang kini mulai terasa. Stigma sosial yang menganggap lansia sebagai kelompok non-produktif yang tidak perlu lagi bekerja masih mengakar kuat. Oleh karena itu, sinergi antar-kementerian serta dukungan regulasi yang kokoh menjadi kunci utama.

“Tantangannya pertama pasti selalu stigma, karena lansia masih dianggap orang tua yang tidak perlu lagi bekerja. Padahal kondisi sekarang lansia harus bisa lebih produktif. Selain stigma, pastinya harus ada regulasi yang ikut mendukung, karena tanpa kebijakan pendukung, rasanya tidak ada pegangan untuk menjalani kebijakan ini,” tegas Anggung.

20260826 085743 Edited Scaled
Sinergi Lokal dan Potensi Ekonomi Senior

Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kota Bekasi. Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Bekasi, dr. Johny Timbul Pardomuan, MM., mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada 3.436 lansia yang aktif terdaftar dalam Sekolah Lansia di Kota Bekasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 peserta terpilih mengikuti pelatihan intensif TikTok Affiliate hari ini.

Baca Juga: Komunitas 50+ Tepis Stigma Buruk Tentang Lansia

“Kalaulah lansia potensial ini bisa memanfaatkan teknologi, ini luar biasa nanti mengangkat ekonomi di Kota Bekasi oleh para lansia tentunya di dalam populasi aging. Hari ini luar biasa dari Radio Lansia dan Kemnaker yang mencoba mengupayakan bagaimana produk lansia bisa dipromosikan melalui TikTok. Saya berharap ada kerja sama dan ruang sinergi berkelanjutan dengan sektor ketenagakerjaan,” kata dr. Johny Timbul Pardomuan.

20260826 082943 Edited Scaled
Melawan Gagap Teknologi

Bagi para peserta, materi yang disajikan memberikan perspektif baru. Anastasia Astuti, salah satu peserta pelatihan, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya saat mempraktikkan materi teknis yang diajarkan.

“Luar biasa! Sesuatu hal yang baru buat saya. Dengan adanya kegiatan ini, justru memperkenalkan hal yang benar-benar saya pahami. Jujur selama ini dengan usia saya, saya gaptek (gagap teknologi), tidak tahu teknologi. Jadi ini sangat-sangat bermanfaat buat saya ke depannya,” ungkap Anastasia Astuti.

Senada dengan Anastasia, peserta lainnya, Margaretha Sriastuti, mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjawab keinginannya yang telah lama terpendam untuk merambah dunia usaha digital.

“Senang sekali deh pokoknya saya dalam pelatihan hari ini. Sebetulnya belakangan ini saya ingin belajar untuk berwirausaha lewat TikTok. Harapan ke depan mungkin kita akan mendapat tambahan pelajaran lagi supaya lebih paham tentang apa itu TikTok dan Instagram,” tutur Margaretha Sriastuti.

Inisiatif kolaboratif ini menegaskan bahwa batas usia bukanlah penghalang untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman. Ketika literasi digital dipadukan dengan semangat kewirausahaan warga senior, lansia tak lagi sekadar menjadi pilar keluarga di masa tua, melainkan juga penggerak roda ekonomi yang mandiri, berdaya, dan bermartabat.

Bagikan Liputan Ini ke Teman dan Grup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *