Follow, Like, Share:
Official Store:

Jakarta – Suasana penuh kehangatan, haru, dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Walikota Jakarta Utara pada Selasa, 28 Juli 2026. Puluhan warga lanjut usia (lansia) berbaris rapi mengenakan pakaian terbaik mereka. Wajah-wajah yang dihiasi garis usia itu terpancar kilau semangat muda saat mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia.
Wisuda kali ini meluluskan para siswa dari dua sekolah lansia di Jakarta Utara, yakni Sekolah Lansia Nirmala (Sunter Jaya) dan Sekolah Lansia Cucak Hijau (Kelurahan Sungai Bambu). Perhelatan istimewa ini dihadiri langsung oleh Walikota Jakarta Utara beserta jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya.
Keberadaan Sekolah Lansia ini menjadi ruang penting bagi para orang tua untuk tetap berdaya dan berkegiatan sosial di usia senja. Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa sekolah lansia merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah terhadap keberadaan dan kontribusi para senior di masyarakat.
“Bagaimanapun ini merupakan bentuk penghargaan, apresiasi kita kepada para orang tua agar tetap menjaga kesehatan mereka, baik fisik maupun mental. Semoga kegiatan ini dapat terus berjalan dan tentunya Insya Allah segala kebaikan berbalas keberkahan buat semuanya. Baik buat orang tua yang dididik, para lansia maupun juga para penyelenggaranya,” ujar Hendra.
“Saya sudah sampaikan bahwa lansia ini bukan berarti jompo. Lansia memang tetap harus diberikan kegiatan agar tetap menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Makin banyak berkegiatan, makin bersosialisasi. Insya Allah beliau makin sehat, Insya Allah panjang umur,” ungkap Hendra menambahkan.
Meski manfaatnya sangat dirasakan, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama, mengakui aksesibilitas Sekolah Lansia di wilayah Jakarta Utara masih terus dalam tahap pengembangan.
“Sekolah Lansia tahun 2026 ini di Jakarta Utara baru ada 4 lokasi sekolah Lansia, dan memang semuanya masih terpusat di wilayah Kecamatan Tanjung Priok. Untuk wilayah lain memang kita lagi coba himbau dan coba kita gerakkan potensi-potensi yang ada. Tentu memang perlu dukungan dari berbagai pihak,” ujar Agung.
“Harapannya memang di utara ini kita targetkan kalau bisa muncul sekolah-sekolah Lansia baru. Target kita memang di 2026 kalau bisa mencapai 10 sekolah Lansia,” tambah Agung.
Langkah Jakarta Utara ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara komprehensif. Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPKB) Provinsi DKI Jakarta, Ichwan Fitriyanto, menyampaikan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan wadah pembinaan lansia secara menyeluruh.
“Sekolah Lansia di DKI Jakarta sudah terbentuk 13 sekolah Lansia. Dan diharapkan, sesuai arahan Pak Gubernur, nanti di setiap Kelurahan akan dibentuk satu Sekolah Lansia,” ujar Ichwan.

Proses belajar di Sekolah Lansia dirancang secara bertahap dan terstruktur layaknya pendidikan tinggi, namun disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan fisik lansia. Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda dari Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan (BKKBN), Ferdinando Lukas, menjelaskan filosofi di balik jenjang kurikulum tersebut.
“Kalau S1 itu minimal Lansia itu bisa berguna bagi diri mereka sendiri. Nah untuk S2 itu mereka bisa berguna bagi diri mereka dan bisa lebih mandiri. Terus kalau untuk di S3 itu harapannya bisa berguna bagi masyarakat. Untuk sekolah Lansia itu memang dibentuk untuk seluruh Indonesia juga. Saat ini baru terbentuk sekitar 3051-an,” ujar Ferdinando.
Di tingkat tapak, kreativitas pengelola menjadi kunci sukses agar para siswa lansia tetap bersemangat dan tidak merasa bosan. Sri Sinta Wati, Ketua Pengelola Sekolah Lansia Nirmala Sunter Jaya, menceritakan perjalanan sekolahnya yang telah menorehkan prestasi hingga jenjang tertinggi.
“Kita sebenarnya sudah meluluskan S3 atau Standar 3. Tantangannya sebenarnya ide kreatif dari kami pengelola. Karena kita ingin mereka tidak bosan dengan program yang sudah kita keluarkan. Sehingga kita harus tetap belajar tentang Lansia, tentang kebutuhan Lansia. Sehingga kita bisa mengembangkan program-program buat mereka lagi ke depannya,” ujar Sri.
Harapan senada disampaikan oleh Damiati, Kepala Sekolah Lansia Cucak Hijau Kelurahan Sungai Bambu.
“Harapan kami adalah siswa Sekolah Lansia Cucak Hijau ini menjadi Lansia yang mandiri, produktif, dan tentu bahagia di masa usia yang sudah lanjut,” tutur Damiati.

Bagi para lansia yang menjadi peserta, wisuda ini bukan sebatas penerimaan ijazah, melainkan pengakuan atas harga diri dan eksistensi mereka. Rasa gembira, bangga, dan bersyukur terpancar jelas dari tutur kata para wisudawan.
“Yang saya rasakan bahagia, bangga tentunya, dan dipedulikan. Usia sudah lanjut begini tidak disepelekan dan dihargai. Harapannya, semoga sekolah Lansia ini tetap berlanjut untuk teman-teman yang lainnya lagi,” ujar Masrifah, Peserta Sekolah Lansia Cucak Hijau.
Semangat untuk mengajak sesama kian membara. Rasa manfaat yang besar membuat para wisudawan tergerak untuk merangkul rekan-rekan sebaya lainnya di lingkungan RT/RW tempat tinggal mereka.
“Mulai besok, saya akan tarik semua Lansia-Lansia bapak-bapak yang di tempat RW saya biar datang untuk ke sekolah kita,” ujar Hj. Suwarni, Peserta Sekolah Lansia Cucak Hijau dengan semangat.
Hal senada dirasakan oleh para wisudawan dari Sekolah Lansia Nirmala yang telah menyelesaikan jenjang S2 (Standar 2).
“Saya sangat bergembira sekali dapat bimbingan dan ilmu dari S2 (Nirmala). Mudah-mudahan kami bisa menjalankannya dan memanfaatkannya,” ungkap Rus Hakimuddin.
“Saya sangat gembira sekali pembelajaran ini berakhir. Dan positifnya sangat banyak sekali karena dengan Lansia S2 ini kita banyak pengalaman-pengalaman yang kita dapatkan,” ujar Aji Suminto menambahkan.
Wisuda Sekolah Lansia ini bukan sekadar purnawiyata simbolis, melainkan wujud nyata penghargaan terhadap harkat dan martabat para lanjut usia di Jakarta Utara. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah serta antusiasme para lansia yang begitu membara, program ini terbukti menjadi oase yang mengembalikan rasa percaya diri dan keceriaan di masa tua.
Semoga keberlanjutan program ini dapat menjangkau seluruh kelurahan, menciptakan generasi lansia Indonesia yang makin mandiri, produktif, bahagia, serta terhormat di tengah masyarakat.