GELIAT JEMARI SENJA DI LAYAR KACA

20260820 090232

Bekasi – Bertempat di Aula Kecamatan Bekasi Barat pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026, puluhan pasangan mata yang sebagian besar sudah berhias kacamata baca menatap lekat-lekat layar telepon seluler pintar di genggaman masing-masing. Hari itu, para peserta Sekolah Lansia Latansa Sakura tak sedang belajar menyulam atau mendengarkan ceramah kesehatan rutin, melainkan membedah seluk-beluk TikTok Affiliate – sebuah fitur pemasaran digital yang karakternya biasa diidentikkan dengan generasi muda.

Meretas Stigma Batas Usia

Pelatihan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan bagi Lansia” ini lahir dari kongsi antara Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus (PTKK) Kementerian Ketenagakerjaan RI bersama Radio Lansia. Sebuah peretas batas yang berupaya merobohkan tembok pemisah antara kelompok usia lanjut dan arus deras digitalisasi.

Tonton Juga : Tak Mau Kalah dari Anak Muda, Puluhan Lansia Mulai Go Digital

“Teknologi digital memang tidak bisa lepas, karena kita saat ini masih sangat menggunakan teknologi digital. Dan tidak mengenal umur. Oleh karenanya, para lanjut usia ini harus mulai diperkenalkan dengan teknologi digital. Salah satunya adalah bagaimana mereka bisa mengerti dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya melalui aplikasi TikTok affiliate.” Ujar Trita Charita Siregar, Pengantar Kerja Ahli Muda Direktorat Bina PTKK Kemnaker.

“Untuk itulah kita berharap dengan adanya peningkatan kapasitas ini, para Lansia punya semangat yang baru, punya keberanian yang baru untuk belajar hal-hal yang baru terkait dengan teknologi digital,” lanjut Charita bersemangat.

20260820 083739

Dahaga Ilmu di Sekolah Latansa

Bagi Sekolah Lansia Latansa Sakura Bekasi Barat, kehadiran kurikulum pemasaran digital bak gayung bersambut. Keinginan warga senior untuk tetap berdaya dan mandiri secara finansial ternyata amat meresahkan.

“Harapannya Lansia SMART bisa terwujud dengan kemandirian. Dengan program digital marketing ini bisa direalisasikan langsung oleh para Lansia, terutama yang berwirausaha. Harapannya ada pelatihan kembali, karena melihat antusias yang sangat luar biasa. Beliau-beliau sangat bersemangat untuk mengikuti pelatihan selanjutnya.” Ungkap Kurniatun Fajar, Kepala Sekolah Latansa Sakura Bekasi Barat

20260820 093633

Kurniatun menilai sinergi antara Kemnaker dan Radio Lansia berhasil menjawab kebutuhan hakiki para lansia. Pelatihan ini tak sekadar transfer pengetahuan teknis, melainkan injeksi rasa percaya diri bagi mereka yang kerap terpinggirkan dari wacana teknologi modern.

Baca Juga: Posyandu Cendrawasih Membawa Harapan Baru Bagi Lansia di Rawalumbu

Tentu, tantangan terbesar dari program literasi digital untuk lansia bukanlah pada saat pelatihan berlangsung, melainkan pada tahap pasca-kegiatan. Memastikan para senior ini konsisten berkreasi di tengah cepatnya perubahan algoritma membutuhkan pengawalan ketat.

Bagikan Liputan Ini ke Teman dan Grup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *