Follow, Like, Share:
Official Store:

JAKARTA – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Pendopo Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) pada Kamis, 4 Desember 2025. Ratusan peserta Sekolah Lansia Selancar Poge Hebat Pondok Gede Standar 1 (S1) berkumpul bukan untuk sekadar bersosialisasi, melainkan untuk menimba ilmu kesehatan dalam sesi pembelajaran bertajuk “Tips Mengenali Tanda, Gejala, dan Pencegahan Hipertensi pada Lansia.”

Materi yang krusial ini disampaikan langsung oleh dr. Rini Kurniawati, Kepala UPTD Puskesmas Jatibening Baru. Di sela-sela kegiatan, tim Radio Lansia juga berkesempatan menyapa para peserta untuk memperkenalkan Radio Lansia dan program-programnya, yang disambut dengan riuh tepuk tangan dan antusiasme tinggi.
Keberhasilan sekolah ini tidak lepas dari tangan dingin Hasni Farda, Kepala Sekolah Selancar Poge Hebat. Ia mengisahkan bahwa inisiasi ini lahir dari kerja sama Indonesia Ramah Lansia dengan Pemerintah Kota Bekasi sejak akhir 2023.

“Alhamdulillah, antusiasme lansia di Kecamatan Pondok Gede luar biasa karena kami bersinergi dengan Bina Keluarga Lansia di tiap RW. Malah kami sampai ‘keteteran’ menampung pendaftar. Seharusnya bisa lebih banyak, tapi karena keterbatasan tempat dan fasilitator, saat ini kami batasi di angka 110-120 siswa,” ujar Hasni.
Ia juga menekankan betapa besarnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak kampus UNKRIS dan Universitas As-Safiiyah, serta Puskesmas setempat yang rutin mengirimkan tenaga ahli sebagai narasumber.
Pihak universitas pun tidak sekadar menyediakan tempat. Mishelei Loen, PIC Sekolah Lansia sekaligus Dosen Akuntansi UNKRIS, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari pengabdian masyarakat.

“Rektor UNKRIS, Bapak Ali Johardi, sangat mendukung kegiatan ini. Beliau melihat populasi lansia di Pondok Gede sangat banyak dan mereka membutuhkan kualitas hidup yang lebih baik. Kami sebagai dosen merasa terpanggil untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat sekitar,” ungkap Mishelei.
Salah satu sosok yang paling menginspirasi hari itu adalah Nur Hayati. Di usianya yang telah menginjak 86 tahun, semangatnya menuntut ilmu tidak kalah dengan para remaja.
“Saya hanya ingin menambah ilmu saja. Walaupun sudah tua, it aini masih banyak kekurangan. Harapan saya perlahan mulai tercapai, meski saya merasa belum sempurna,” tutur Nur Hayati dengan rendah hati.

Nur Hayati pun menitipkan pesan menyentuh bagi sesama lansia. “Makin tua kita makin banyak mengeluh penderitaan. Penderitaan itu jangan dimasukkan ke hati. Sadari kekurangan kita, tapi jangan sekali-kali melihat kekurangan orang lain,” ujarnya.
Daya pikat semangat para lansia ini juga memukau para CPNS dari Kemendukbangga/BKKBN yang sedang menjalani magang lapangan. Eka Nur Saada, perwakilan dari Direktorat Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan, mengaku kagum setelah berinteraksi langsung dengan para peserta.

“Mereka sangat semangat dan tetap responsif mengikuti kegiatan. Tadi sempat ngobrol dengan bapak-bapak dan ibu-ibu di sini, jujur mereka keren-keren semuanya!” puji Eka.
Kegiatan Sekolah Lansia Selancar Poge Hebat di UNKRIS sukses membuktikan bahwa sinergi kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lansia melalui edukasi berkelanjutan.