Bogor – Kafe biasanya punya cerita yang hampir serupa. Ada kopi, makanan, meja, musik, lalu orang-orang datang untuk berbincang atau sekadar menghabiskan waktu.
Namun Cafe Suxes, atau yang mereka sebut Campus SuXes, ingin mengambil jalan yang sedikit berbeda.
Di tempat ini, kopi bukan satu-satunya produk yang ditawarkan. Ada ruang kerja bersama, tempat berdiskusi, komunitas belajar, sharing session, workshop hingga mentoring. Semuanya dirancang dalam satu gagasan besar: menciptakan ruang yang membuat orang datang bukan hanya untuk nongkrong, tetapi pulang membawa sesuatu.
“Bagaimana jika sebuah cafe bukan hanya tempat berkumpul dan minum kopi, tetapi juga tempat membangun masa depan?” kata Elfi, General Manager Cafe Suxes, ketika menjelaskan gagasan di balik kelahiran tempat tersebut.
Gagasan itu bermula dari pengamatan terhadap anak-anak muda. Menurut Elfi, banyak anak muda sebenarnya memiliki potensi besar. Persoalannya, tidak semua memiliki ruang yang mendorong mereka untuk terus belajar dan bertumbuh.
Campus SuXes kemudian lahir dari kegelisahan sekaligus cita-cita tersebut. Bagi pendirinya, Sudjaja Wira (Om 212) mendirikan cafe bukan semata-mata urusan bisnis. Ada keinginan untuk mengambil bagian dalam mencerdaskan anak bangsa dan memberikan dampak. Begitu visi dari pria yang banyak menghabiskan masa studynya di Jerman tersebut. Maka lahirlah konsep “Cafe, Growth, Coworking Space.”
Sebuah ruang yang memungkinkan pengunjung datang untuk menikmati kopi dan makanan, mengerjakan tugas, bekerja, bertemu komunitas, berdiskusi, atau sekadar mencari suasana baru. Tetapi ada satu harapan yang lebih besar: mereka pulang dengan ide, relasi, dan semangat baru untuk berkembang.
Perbedaan Campus SuXes dengan cafe pada umumnya, kata Elfi, bukan semata pada menu atau desain interior.
“Kami tidak hanya menjual makanan dan minuman, tetapi menghadirkan ekosistem pertumbuhan,” ujarnya.
Ekosistem itu dibangun melalui sejumlah ruang dan aktivitas. Ada Growth Space, tempat pengunjung dapat melakukan sharing dan diskusi. Ada pula coworking space bagi mereka yang membutuhkan tempat bekerja atau mengerjakan tugas.
Kemudian ada Learning Community, yang secara berkala menghadirkan sharing session, workshop, dan mentoring.
Konsep ruangnya pun sengaja dibuat produktif. Pengunjung tetap bisa menikmati atmosfer sebuah cafe, tetapi pada saat yang sama memiliki ruang yang nyaman untuk bekerja, belajar, ataupun berdiskusi.
Ada pula satu nilai yang ingin dijadikan budaya: K.A.S.I.H, akronim dari Knowledge, Attitude, Skill, Implementation, dan Habits.
Lima unsur itu menjadi semacam kompas bagi Campus SuXes. Pengetahuan saja dianggap belum cukup. Ia harus dibarengi sikap, keterampilan, penerapan, dan akhirnya menjadi kebiasaan.
Karena itu, tagline yang dipilih pun cukup sederhana:
Namun kata “sukses” di Campus SuXes tidak berhenti pada pencapaian material.
Bagi mereka, sukses adalah perjalanan untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan dampak. Ujungnya adalah apa yang mereka sebut “Happy SuXes”—sukses yang membahagiakan.
Secara demografis, mahasiswa dan anak muda memang menjadi sasaran utama Campus SuXes. Alasannya sederhana: lokasinya berada di lingkungan kampus.
Tetapi Elfi tidak ingin tempat itu berhenti sebagai “cafe mahasiswa”. Campus SuXes dirancang sebagai ruang yang terbuka bagi berbagai generasi.
Mahasiswa bisa datang mengerjakan tugas. Komunitas dapat menggunakannya untuk berdiskusi. Pekerja bisa memanfaatkannya sebagai tempat bekerja. Keluarga dapat menghabiskan waktu bersama.
Bagi kelompok lansia, misalnya, cafe dapat menjadi ruang untuk bertemu, berdiskusi, melakukan kegiatan komunitas, atau mengikuti aktivitas yang membuat mereka tetap produktif dan berdampak.
Di sinilah gagasan “growth” menjadi penting. Bertumbuh, dalam pandangan Campus SuXes, bukan monopoli anak muda.
Seseorang tidak berhenti bertumbuh hanya karena usianya bertambah. Justru, setiap generasi memiliki pengalaman, pengetahuan, dan jaringan yang bisa dibagikan kepada generasi lainnya.
Karenanya, toko kopi yang berlokasi di Ruko Botanica Signature, Jl. Pakuan II Bogor ini, ingin menjadi ruang yang inklusif—tempat mahasiswa, pekerja, keluarga, komunitas, orang tua, hingga lansia dapat bertemu dalam satu ekosistem.
Pada akhirnya, mungkin inilah pertanyaan yang hendak dijawab Cafe Suxes: Bisakah sebuah cafe membuat orang tidak hanya merasa kenyang dan nyaman, tetapi juga pulang dengan pikiran yang lebih terbuka, relasi yang lebih luas, dan keberanian untuk melangkah?.
Campus SuXes sedang mencoba membuktikannya.
JAKARTA — Gelak tawa dan keceriaan memecah keheningan suasana Kolam Renang Taman Kartini, Bekasi. Puluhan…
Bekasi – Bertempat di Aula Kecamatan Bekasi Barat pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026, puluhan…
Jakarta - Semangat kebersamaan dan rasa cinta Tanah Air mewarnai peringatan Dirgahayu Purnabakti Jakarta ke-7…
BEKASI — Kamis pagi itu, Gedung Karya Pastoran GKP Lantai 2 di Bekasi Barat tak…
Jakarta - Suasana penuh kehangatan, haru, dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Walikota Jakarta Utara pada Selasa,…
Jakarta - Ruang publik Pakuwon Mall, Bekasi, mendadak penuh sesak dan riuh oleh gelak tawa…