Melindungi Tabungan Hari Tua Dari Intaian Kejahatan Siber

Jakarta – Bertempat di gedung bersejarah Museum Bank Indonesia, 11 Desember 2025, Komunitas 50plus sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Educrime 2025: Anticipating Cyber Threats”. Acara ini menjadi ruang pencerahan bagi para warga senior untuk membekali diri menghadapi modus penipuan digital yang kian canggih dan meresahkan.

WhatsApp Image 2026 01 20 At 16.39.59

Menjaga Aset Pensiun dari Incaran Penjahat Digital

Seiring perkembangan teknologi gadget, kaum senior kini menjadi target empuk para pelaku kejahatan siber. Jim Mintarja, Founder sekaligus Ketua Komunitas 50+, menjelaskan bahwa latar belakang acara ini adalah keprihatinan terhadap maraknya kasus penipuan online yang menguras tabungan para lansia.

Melindungi Tabungan Hari Tua Dari Intaian Kejahatan Siber

“Kami mengadakan Educrime 2025 untuk memberikan pendidikan dan pencerahan kepada warga senior agar terhindar dari penipuan online yang seringkali menguras tabungan di bank. Kaum senior, pensiunan, dan lansia adalah kelompok rentan karena umumnya memiliki tabungan hari tua namun banyak yang masih ‘gaptek’,” ujar Jim Mintarja.

Kerugian Hingga Triliunan Rupiah

Kekhawatiran komunitas ini bukan tanpa alasan. Farial Anwar, seorang pengamat perbankan yang turut hadir sebagai peserta, saat berbincang dengan Radio Lansia, memaparkan data yang sangat mengkhawatirkan mengenai skala kejahatan perbankan di Indonesia.

“Sebagai contoh tadi, data dari OJK, menyatakan bahwa 8,2 triliun dana nasabah yang dicuri oleh para penjahat ini. Belum lagi dana yang melalui BI-FAST, 800 milyar. Ini kan luar biasa,” ujar Farial.

WhatsApp Image 2026 01 20 At 16.40.00

“Sementara kita menjadi negara yang paling besar jumlah kasus-kasusnya ini dibandingkan dengan negara-negara Singapura, Malaysia, dan sebagainya,” tambah Farial.

Farial menekankan bahwa edukasi bagi lansia adalah kunci utama. “Kita yang usia lanjut tidak secepat anak muda dalam memahami risiko gadget. Ada yang menawarkan ini-itu, meminta PIN, dan sebagainya. Edukasi ini perlu terus ditingkatkan agar kita tahu cara menghindari bandit-bandit ini,” tegas Farial.

Baca Juga:  Gak Cuma Sekolah, Selantang CERIA Punya Suara Emas Bikin Pangling

“Golden Time” Kecepatan Melapor adalah Kunci

Sebagai narasumber dari pihak perbankan, Angela Wanodya Sawangi, Vice President BCA, memberikan secercah harapan terkait pengembalian dana nasabah yang terkena tipu. Namun, ia menekankan satu syarat mutlak, Kecepatan!

WhatsApp Image 2026 01 20 At 16.40.001

“BCA sangat concern dalam pengembalian dana. Kami bekerja sama dengan banyak bank dan mitra untuk menyelamatkan aliran dana, dengan catatan, saat menghubungi kami, dananya masih ada. Jika teleponnya sebulan atau seminggu kemudian, sudah pasti tidak ada,” jelas Angela.

Ia mendorong masyarakat untuk segera menghubungi contact center bank masing-masing sesaat setelah menyadari adanya aktivitas mencurigakan.

Jangan Panik dan Verifikasi

Kejahatan siber tidak hanya menyerang secara personal, tapi juga menyasar para senior atau lansia yang masih aktif di dunia bisnis. Elfi, seorang pengusaha sekaligus peserta seminar, mengaku sangat waspada terhadap modus baru seperti manipulasi QRIS.

Ia membagikan tips sederhana namun krusial saat menghadapi potensi ancaman di media sosial atau melalui telepon.

“Kalau antisipasi, yang pertama saat kita membuka media sosial, itu kita harus peka bahwa kadang-kadang disitulah titik lemah kita. Jadi kita jangan panik, kita pertimbangkan dulu benar enggaknya. Kalau ada waktu, ngecek juga ke perbankan yang bersangkutan,” ujar Elfi.

WhatsApp Image 2026 01 20 At 16.40.01 1

“Ilmu tadi benar-benar membuka wawasan bahwa kejahatan bisa datang dari mana saja. Saat buka media sosial, kita harus peka. Pertimbangkan dulu beberapa detik sebelum bertindak,” ungkap Elfi menambahkan.

Edukasi dan kewaspadaan kolektif adalah perisai terkuat bagi para warga senior agar tetap berdaya di era digital tanpa harus menjadi korban kejahatan siber yang terus mengincar.

Bagikan Liputan Ini ke Teman dan Grup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *