Radio Lansia – Seiring bertambahnya usia, banyak lansia mengalami peningkatan sensitivitas. Perubahan hormon, kondisi kesehatan, dan faktor psikologis dapat menjadi penyebabnya. Sebagai anggota keluarga atau pengasuh, memahami dan mengatasi sensitivitas ini adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi lansia.
Bukan hal yang aneh jika lansia yang awalnya pendiam mulai tertawa seperti orang kesurupan, berbicara dan bertingkah seperti orang yang tidak mereka kenal. Setelah beberapa saat dia kembali tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.
Jika hal ini terus berlanjut, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Orang tua atau orang yang lebih tua mungkin memerlukan pengobatan dan terapi untuk mengatasi kondisi ini.
Pada umumnya orang tua yang mendekati usia 60 tahun atau lebih berada pada salah satu tahapan kritis akibat perubahan fisik seperti melemahnya otot dan berpikir lambat, perubahan emosi menjadi lebih sensitif dan kurang aktif karena tidak dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru. . Perubahan inilah yang membuatnya tidak dapat diprediksi dan menjadi orang yang berbeda dari yang dikenal sebelumnya. Bahkan tak jarang perilaku dan ciri-ciri orang lanjut usia mirip dengan anak-anak.
Menghadapi lansia yang sensitif membutuhkan kesabaran, pengertian, dan pendekatan yang holistik. Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, Anda dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan bahagia.
Jakarta, 16 April 2026 – Seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan hunian dan perawatan lansia yang…
Bogor – Suasana segar di Kebun Raya Bogor menambah semarak pertemuan komunitas 50plus Regional Bogor…
Jakarta – Gemuruh semangat memenuhi GOR Bang Yan, Kota Bekasi, pada 6 Maret 2026. Ribuan…
Jakarta - Gedung DPRD Kota Bogor menjadi saksi sejarah baru dalam upaya peningkatan kualitas hidup…
Bekasi - Sekolah Lansia Selantang Ceria kembali menggelar kegiatan edukatif bagi para peserta didiknya, Selasa…
JAKARTA – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Pendopo Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) pada Kamis, 4…