Komunitas

Dulu Tak Tahu Kini Berilmu, Rahasia Lansia Pondok Labu

Jakarta – Sekolah Lansia Fatmawati di Pondok Labu, Jakarta Selatan, merayakan hari jadinya yang ke-3 dengan meriah pada 26 November 2026 lalu. Acara yang dipusatkan di RPTRA Pinang Pola ini tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat dalam mempersiapkan generasi lansia yang berdaya, tangguh, dan tidak membebani.

Perayaan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Kepala Sudin PPAPP Jakarta Selatan, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, perwakilan dari Kemendukbangga, Camat Pondok Labu, dan tokoh-tokoh terkait lainnya.

Dari Nol Menjadi Menguasai

Yus Rusamsi, Kepala Sekolah Lansia Fatmawati, saat berbincang dengan Radio Lansia (26/11) mengungkapkan rasa bangga dan haru atas pencapaian sekolah yang didirikannya sejak masa pandemi ini.

“Ini acara bertepatan dengan ulang tahun Sekolah Lansia Fatmawati yang ketiga. Ya intinya sangat terkesan karena luar biasa. Yang tadinya gak tau apa-apa, sekarang sudah menguasai semuanya. Apa ilmu yang telah saya berikan ternyata mereka cepat menyerap,” ujar Yus.

Kehadiran para pejabat tinggi di acara ini menjadi penanda bahwa program Sekolah Lansia mendapat perhatian serius. Yus berharap Sekolah Lansia Fatmawati dapat terus maju dan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Siapkan Lansia Tangguh Sambut Aging Population

Kepala Suku Dinas PPAPP Kota Adm Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta sangat fokus (concern) terhadap pembinaan lansia agar mandiri dan tangguh, terutama dalam menghadapi prediksi era aging population di Jakarta.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta sangat concern ya, terkait dengan bagaimana kita bisa membina lansia agar mandiri dan tangguh. Dengan program-program Sekolah Lansia ini, lansia-lansia makin bisa berdaya, lansia-lansia dapat berkarya dan juga tentunya lansia ini bisa dapat sehat dan berumur Panjang,” ujar Rizky.

Rizky juga melihat program ini sebagai antisipasi dini agar generasi yang memasuki masa lansia tidak membebani keluarga atau populasi di bawahnya. Namun, tantangan terbesarnya adalah edukasi untuk mengubah pola hidup dan perilaku masyarakat.

“Kami mengharapkan lansia-Lansia ke depan yang tinggal di Jakarta dapat hidup secara mandiri, hidup secara aktif, dan juga bisa memberikan dampak positif bagi keluarga-keluarga muda sehingga dapat menjadi contoh generasi ke depan,” lanjut Rizky.

Dorongan Anggaran untuk Lansia Boomer

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, memberikan dukungannya dan menyoroti perlunya dukungan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta.

“Kegiatan ini sangat membutuhkan support dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dari segi anggaran tentunya. Dan kita juga memasuki dimana beberapa tahun ke depan ada Lansia Boomers, dimana tingkat Jakarta dengan usia Lansia itu di titik tertinggi, butuh dorongan daripada Pemprov agar kakak-kakak Lansia ini jangan sampai terabaikan,” ujar Andrino.

Andrino menggarisbawahi upaya konkret Pemprov, seperti pemberian Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan gratis transportasi, sebagai wujud niat baik pemerintah. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah melalui Kemnaker untuk kembali memberdayakan para lansia.

Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Penata KKB Ahli Madya Kemendukbangga (dulu BKKBN), dr. Elsa Pongtuluran, M.Kes., menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat para lansia di Sekolah Lansia Fatmawati.

“Yang pasti luar biasa, sangat terharu dengan peran serta lansia. Selama tiga tahun kami melihat mereka luar biasa berkembang dengan semangat. Walaupun lansia, tapi semangatnya luar biasa,” ujar dr. Elsa.

Saat berbincang dengan Radio Lansia (26/11), dr. Elsa mengungkapkan hingga saat ini, sudah ada 1.903 kelompok Sekolah Lansia BKL (Bina Keluarga Lansia) di seluruh Indonesia, dan terus bertambah. Target utama Kemendukbangga melalui program ini adalah meningkatkan kualitas hidup Lansia.

Kemendukbangga juga sedang mengembangkan program Lanjut Usia Berdaya yang disebut SIDAYA. Meski mengakui adanya berbagai hambatan, namun dr. Elsa tetap berharap program kelansiaan mendapat dukungan.

“Harapan kami kedepan adalah semua sektor aware memberikan perhatian, support kepada lansia, itu harapan kami,” ujar dr. Elsa menambahkan.

Perayaan ulang tahun ketiga Sekolah Lansia Fatmawati adalah sebuah narasi inspiratif tentang bagaimana usia hanyalah angka, dan semangat untuk terus belajar, berinteraksi, dan berkarya tidak pernah memudar. Melalui Sekolah Lansia ini, Jakarta Selatan tidak hanya merawat warga seniornya, tetapi juga membangun pilar-pilar ketangguhan bagi masa depan aging population.

Semoga momentum ini menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak Sekolah Lansia mandiri, memastikan setiap lansia menikmati hari tua yang aktif, bermartabat, dan penuh makna.

Redaksi

Recent Posts

Potret Hangat Sekolah Lansia Selancar Poge Hebat

JAKARTA – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Pendopo Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) pada Kamis, 4…

2 months ago

Melindungi Tabungan Hari Tua Dari Intaian Kejahatan Siber

Jakarta – Bertempat di gedung bersejarah Museum Bank Indonesia, 11 Desember 2025, Komunitas 50plus sukses…

2 months ago

STOP PENSIUN! Warga Senior di Medistra Indonesia Buktikan Umur Hanyalah Angka

Jakarta - Sekolah Lansia Medistra Indonesia, yang didirikan oleh STIKes Medistra Indonesia, telah menjadi oase…

3 months ago

Informasi Kesehatan Jadi Panglima

John Naisbitt, seorang futurolog bilang begini : Kekuatan baru sekarang bukan berapa banyak uang di…

3 months ago

Pemeriksaan Audiometri, Screening Pendengaran Gratis di Kasoem Hearing Centre

Sawangan, Minggu, 30 November 2025 — Grand opening Kasoem Sawangan resmi digelar sebagai langkah ekspansi…

4 months ago

Sertifikasi Guru Ala Zaman Dahulu

Sertifikasi Guru Ala Zaman Dahululoloskah kita jika dengan itu @yudhaheryawanasnawi. Banyak orang sering mengatakan bahwa…

4 months ago